KEPRIBADIAN DAN PENGUKURANNYA

 

  1. PENGERTIAN KEPRIBADIAN

Menurut asal katanya, kepribadian atau personality berasal dari bahasa latin personare, yang berarti mengeluarkan suara. Istilah ini digunakan untuk menunjukan suara dari percakapan seorang pemain sandiwara melalui topeng yang dipakainya. Pada mulanya istilah personare adalah topeng yang dipakai pemain sandiwara, dimana suara pemain sandiwara itu diproyeksikan. Kemudian kata personare itu berarti pemain sandiwara itu sendiri.

Kepribadian (personality) berasal dari kata latin persona, persona adalah topeng yang digunakan oleh pemain pentas dalam sandiwara atau teater yunani. Kata persona (personality) berubah menjadi satu istilah yang mengacu pada gambaran social tertentu yang diterima oleh individu dari kelompok atau masyarakatnya, individu diharapkan bertingkah laku berdasarkan dengan gambaran sosial (peran) yang diterimanya. Dari sini kata persona akhirnya menunjukkan penampilan luar, wajah luar yang diperlihatkan orang, seorang kepada orang-orang di sekitarnya. (koswara, 1991:10). Baca entri selengkapnya »

Iklan

efektifitas kelas

Posted: Januari 17, 2011 in Uncategorized

Pengelolaan kelas terdiri dari dua kata, yaitu pengelolaan dan kelas. Pengelolaan itu sendiri akar katanya adalah “kelola”, ditambah awalan “pe” dan akhiran “an”. Istilah lain dari pengelolaan adalah “manajemen”. Manajemen adalah kata yang aslinya dari bahasa Inggris, yaitu management yang berarti ketatalaksanaan, tata pimpinan, pengelolaan.(Djamarah 2006:175) Baca entri selengkapnya »

Teori Kebutuhan Mc Clelland

Posted: Desember 9, 2010 in Uncategorized

Teori motivasi kontemporer

 

 

David McClelland, pencetus Teori Kebutuhan

Teori motivasi kontemporer bukan teori yang dikembangkan baru-baru ini, melainkan teori yang menggambarkan kondisi pemikiran saat ini dalam menjelaskan motivasi karyawan.

Teori motivasi kontemporer mencakup:

[Teori kebutuhan McClelland

Teori kebutuhan McClelland dikembangkan oleh David McClelland dan teman-temannya’. Teori kebutuhan McClelland berfokus pada tiga kebutuhan yang didefinisikan sebagai berikut:

o kebutuhan pencapaian: dorongan untuk melebihi, mencapai standar-standar, berusaha keras untuk berhasil.

o kebutuhan kekuatan: kebutuhan untuk membuat individu lain berperilaku sedemikian rupa sehingga mereka tidak akan berperilaku

sebaliknya.

o kebutuhan hubungan: keinginan untuk menjalin suatu hubungan antarpersonal yang ramah dan akrab. Baca entri selengkapnya »

HAK PREROGATIF PRESIDEN

Posted: Oktober 17, 2009 in Uncategorized

HAK PREROGATIF PRESIDEN

Definisi Kekuasaan Presiden RI

Prerogatif berasal dari bahasa latin praerogativa ( dipilih sebagai yang paling dahulu memberi suara), praerogativus (diminta sebagai yang pertama memberi suara), praerogare ( diminta sebelum meminta yang lain).

Dalam prakteknya kekuasaan Presiden RI sebagai kepala negara sering disebut dengan istilah “hak prerogatif Presiden” dan diartikan sebagai kekuasaan mutlak Presiden yang tidak dapat diganggu oleh pihak lain.

Baca entri selengkapnya »

BAB II

PERKEMBANGAN ASPEK FISIK, MOTORIK, KOGNITIF, BAHASA, MORAL, SOSIAL, EMOSI DAN AGAMA DARI BAYI HINGGA KANAK-KANAK

A. Perkembangan Aspek Fisik

Daur Pertumbuhan Fisik

Petumbuhan fisik tidak dapat dikatakan mengikuti pola ketetapan yang tertentu. Pertumbuha tesebut terjadi secara bertahap atau dengan kata lain seperti naik turunnya gelombang adakalanya cepat adakalanya lambat.

Daur Pertumbuha Utama

Studi tentang pertumbuhan fisik telah menunjukkan bahwa pertumbuha aak dapat di bagi menjadi 4 periode utama, dua periode ditandai dengan pertumbuhan yang cepat da dua periode lainnya dicirikan oleh pertumbuhan yang lambat. Selama periode pralahir dan 6 bulan setelah lahir, pertumbuhan tubuhnya sagat cepat. Pada akhir tahu pertama kehidupan pascalahirnya, pertumbuhan memperlihatkan tempo yang sedikit lambat dan kemudian menjadi stabil sampai si anak memasuki tahap remaja, atau tahap Baca entri selengkapnya »

Tulisan sebelumnya

Posted: Oktober 8, 2009 in Uncategorized

TEORI SKOR MURNI KLASIK

II ~ 1

Teori Reliabilitas

ASUMSI TEORETIK MENGENAI SKOR

Dalam pengukuran psikologi terdapat tiga komponen :

  1. Skor : performansi individu yang diungkap oleh suatu skalapengukuran atau tes psikologi dan dinyatakan dalam bentuk angka. Skor dibagi menjadi dua:
    1. Skor Tampak : Skor kuantutatif yang langsung diperoleh dari pengukuran dan belum diolah atau belum diderivasikan.
    2. representasi murni dari atribut laten yang tidak pernah dapat diketahui besarnya oleh karena tidak dapat diungkap secara langsung oleh tes.
  2. Komponen Eror : kemungkinan kesalahan atau penyimpangan skor dalam kadar tertentu yang besarnya bagi masing-masing individu dalam setiap tes juga tidak dapat diketahui secara pasti.

Hubungan antara eror pengukuran dan skor~murni diuraikan oleh Allen & Yen dalam beberapa asumsi sebagai berikut:

Ø Asumsi 1: X = T + E

Asumsi ini menyatakan bahwa besarnya skor tampak ( X ) ditentukan oleh besarnya skor~murn ( T ) dan besarnya eror pengukuran ( R )

Ø Asumsi 2 : ε ( X ) = T

Asumsi ini menyatakan bahwa skor~murni ( T ) merupakan harga rata-rata dari distribusi teoretik skor X. Apabila orang yang sama dikenai tes yang sama berulang kali dengan sumsi pengulangan tes itu dilakukan tidak terbatas banyaknya, sedangkan setiap pengulangan tes adalah independen satu sama lain.

Ø Asumsi 3 : ρet = 0

Menurut asumsi ini eror pengukuran ( E ) dan skor~murni ( T )tidak berkorelasi satu sama lain.Skor~murni yang tinggi tidak akkan mempunyai eror yang selalu positif ataupun negatif. Hal serupa juga berlaku bagi skor~murni yang rendah.

Ø Asumsi 4 : ρe1e2 = 0

menurut asumsi ini besarnya eror pengukuran ( E )pada suatu tes tidak tergantung pada eror pada tes lain.

Ø Asumsi 5 : ρe1t2 = 0

Asumsi ini menyatakan bahwa eror pada suatu tes ( E 1 ) tidak berkorelasi dengan skor~murni pada tes lain ( T2 )Asumsi ini akan bertahan apabila salah satu tes yang bersangkutan ternyata mengukur aspek yang berpengaruh terhadap terjadinya eror pada pengukuran yang lain.

Baca entri selengkapnya »

Hello world!

Posted: Juni 25, 2009 in Uncategorized

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!