Tulisan sebelumnya

Posted: Oktober 8, 2009 in Uncategorized

TEORI SKOR MURNI KLASIK

II ~ 1

Teori Reliabilitas

ASUMSI TEORETIK MENGENAI SKOR

Dalam pengukuran psikologi terdapat tiga komponen :

  1. Skor : performansi individu yang diungkap oleh suatu skalapengukuran atau tes psikologi dan dinyatakan dalam bentuk angka. Skor dibagi menjadi dua:
    1. Skor Tampak : Skor kuantutatif yang langsung diperoleh dari pengukuran dan belum diolah atau belum diderivasikan.
    2. representasi murni dari atribut laten yang tidak pernah dapat diketahui besarnya oleh karena tidak dapat diungkap secara langsung oleh tes.
  2. Komponen Eror : kemungkinan kesalahan atau penyimpangan skor dalam kadar tertentu yang besarnya bagi masing-masing individu dalam setiap tes juga tidak dapat diketahui secara pasti.

Hubungan antara eror pengukuran dan skor~murni diuraikan oleh Allen & Yen dalam beberapa asumsi sebagai berikut:

Ø Asumsi 1: X = T + E

Asumsi ini menyatakan bahwa besarnya skor tampak ( X ) ditentukan oleh besarnya skor~murn ( T ) dan besarnya eror pengukuran ( R )

Ø Asumsi 2 : ε ( X ) = T

Asumsi ini menyatakan bahwa skor~murni ( T ) merupakan harga rata-rata dari distribusi teoretik skor X. Apabila orang yang sama dikenai tes yang sama berulang kali dengan sumsi pengulangan tes itu dilakukan tidak terbatas banyaknya, sedangkan setiap pengulangan tes adalah independen satu sama lain.

Ø Asumsi 3 : ρet = 0

Menurut asumsi ini eror pengukuran ( E ) dan skor~murni ( T )tidak berkorelasi satu sama lain.Skor~murni yang tinggi tidak akkan mempunyai eror yang selalu positif ataupun negatif. Hal serupa juga berlaku bagi skor~murni yang rendah.

Ø Asumsi 4 : ρe1e2 = 0

menurut asumsi ini besarnya eror pengukuran ( E )pada suatu tes tidak tergantung pada eror pada tes lain.

Ø Asumsi 5 : ρe1t2 = 0

Asumsi ini menyatakan bahwa eror pada suatu tes ( E 1 ) tidak berkorelasi dengan skor~murni pada tes lain ( T2 )Asumsi ini akan bertahan apabila salah satu tes yang bersangkutan ternyata mengukur aspek yang berpengaruh terhadap terjadinya eror pada pengukuran yang lain.

Dalam teori skor~murni kalsik, apa yang dimaksud dengan eror dalam pengukuran adalah penyimpangan skor dalam kadar tertentu, yaitu X = T + E.

Reliabilitas tes adalah proporsi variabilitas skor tes yang disebabkan oleh perbedaan yang sebenarnya diantara individu.

Ketidakreliabelan adalah proporsi variabilitas skor tes yang disebabkan oleh eror pengukuran.

Enam cara untuk menginterpretasikan koefisien reliabilitas menurut Allen & Yen:

1. ρxx` = Korelasi skor tampak antara dua tes yang paralel.

Interpretasi ini menyatakan bahwa reliabilitas tes ditentukan oleh sejauh mana distribusi skor~tampak pada dua tes yang paralel, berkorelasi. Bila setiap individu memperoleh skoryang sam pad dua tes yang paralel dan masing-masing tes terdapat variasi skor subjek, yaitu variasi skor tampanya tidak sama dengan 0, maka tes tersebut mempunyai reliabilitas yang sempurna dengan koevisien sebesar ρxx` = 1,00

2. ρxx² = Besarnya proporsi varians X yang dijelaskan oleh hubungan liniernya dengan X`.

Menurut interpretasi ini besarnya kuadrat koefisien reliabilitas dapat diartikan sebagai besarnya proporsi varians suatu tes yang dapat dijelaskan oleh variasi skor pada tes lain yang paralel dengannya.

3. ρxx` = σ/ σ

Koefisien reliabilitas merupakan perbandingan antara varians skor~murni dan varians skor~tampakpada suatu tes. Dapat juga dikatakan bahwa koefisien reliabilitas adalah besarnya proporsi varians skor~tampak yang merupakan varians skor~murni.

4. ρxx² = ρxt²

Koefisien reliabilitas merupakan kuadrat koefisien korelasi antara skor~tampak dan skor~murni. Koefisien korelasi antara skor~tampak dan skor~murni selalu akan lebih besar daripada koefisien reliabilitasnya, selama koefisien reliabilitas itu tidak sama dengan 0 atau 1.0.

Dalam simbolisasi validitas, skor X merupakan skor tes dan skor Y merupakan skor kriteria, sedangkan koefisien validitas disimbolkan oleh ρxy.

5. ρxx` = 1~ ρxe²

Koefisien reliabilitas adalah sama dengan satu dikurangi kuadrat koefisien korelasi antara skor~tampak dengan eror pengukuran. Semakin semakin besar korelasi antara skor~tampak dan eror pengukuran, akan semakin kecil koefisien reliabilitasnya. Jika ρxe² bernilai besar maka ρxx` bernilai kecil.

6. ρxx` = 1- σe² / σ

Interpretasi ini mengaitkan reliabilitas dengan besarnya proporsi varians eror yang dicerminkan oleh varians skor~tampak.Bila varians eror sangat kecil maka tes akan mempunyai reliabilitas yang tinggi.

Koefisien reliabilitas yang diperoleh dari perhitungan skor~tampak merupakan suatu eatimasi terhadap tingginya reliabilitas tes sedangkan besar reliabilitas yang sesungguhnya tidak dapat diketahui.

Koefisien reliabilitas tes yang berada diantara 0 dan 1.0 dapat diartikan sebagai berikut:

  1. Hasil pengukuran yang dilakukan oleh tes yang bersangkutan mengandung sejumlah eror.
  2. X = T + E
  3. σx² = σt² + σx², yaitu varians skor tampak terdiri atas varians skor~murni dan varians skor eror.
  4. Perbedaab skor~tampak yang diperoleh subjek sebagian memang mencerminkan adanya perbedaan skor~murni dan sebagian lain mencerminkan adanya eror.
  5. ρxx` = √ρxx² , yaitu korelasi antara skor~tampak dan skor murni sama dengan akar kuadrat reliabilitas.
  6. ρxe = √ ( 1~ ρxx` ), yaitu korelasi antara skor~tampak dan eror adalah sama dengan akar kuadrat dari ( 1 dikurangi koefisien reliabilitas ).
  7. ρxx` = σt² / σ
  8. Semakin tinggi koefisien reliabilitas rxx` berarti estimasi X terhadap T semakin dapat dipercaya dikarenakan varians erornya semakin kecil.

VARIANS EROR DAN SKOR~MURNI

Eror standart dalam pengukuran dapat di rumuskan menjadi persamaan:

σe = σx √ ( 1 – ρxx`)

Semakin kecil harga σe maka pengukuran semakin cermat dan semakin dapat dipercaya. Kecermatan hasil ukur ditunjukkan lebar- sempitnya interfal kepercayaan skor~murni.

Interfal kepercayaan skor~murni diestimasi berdasarkan asumsi:

a) bahwa teori skor~murni klasik berlaku.

b) Bahwa bagi kelompoksubjek yang bersangkutan eror pengukuranterdistribusi secara normal dan

c) bahwa eror standatr pengukuran dalam populasi adalah sama bagi semua subjek. Bila semua asumsi tersebut terpenuhi, maka interfal kepercayaan bagi skor~murni dirumuskan sebagai:

X – (z α /2 ) se ≤ T ≤ X + ( zα/2 )

zα/2 = nilai kritis deviasi standar normal pada taraf kepercayaan yang dikehendaki

MENGESTIMASI SKOR~MURNI

Meskipun skor~murni individual dalam tes tidak dapat diketahui secara pasti namun kita masih dapat melakukan estimasi.

t’ = ρxx’(x)

Inilah bentuk estimasi terhadap skor murni individual bila kita telah memiliki skor tampak X. Tampaklah dengan mengetahui koefisien reliabilitas tes, kita dengan mudah mengestimasi skor~murni.

Estimasi terhadap skor~murniindividual (T) akan selalu lebih dekat kepada harga mean skor~tampak kelompok dari pada skor~tampaknya sendiri. Semakin kecil koefisien reliabilitas tes yang digunakan semakin dekat prediksi skor~murni individual pada mean skor~tampak kelompok.

II ~ 2

Konsistensi Internal

Estimasi terhadap reliabilitas hasil pengukuran tesdapat dilakukan menggunakan salah satu dari tiga metode berikut :

  1. Metode estimasi tes ulang

Koefisien reliabilitas yang diperoleh lewat metode ini sangat sensitif terhadap perubahan keadaan subjek yang terjadi selama tenggang waktu diantara tes pertama dan penyajian ulang.

  1. Metode Estimasi bentuk Paralel

Cara ini memiliki kelemahan yakni sukarnya untuk memenuhi kondisi paralel diantara dua bentuk tes yang bersangkutan.

  1. Metode Penyajian tunggal

adalah penyajian akan konsistensi antar bagian atau konsistensi antar aitem dalam tes. Tes ini lebih dikenal sebagai metode konsistensi internal.

Pengujian konsistensi internal menghendaki pembelahan tes menjadi beberapa bagian yang berisi aitem dalam jumlah tertentu. contoh:Pembelahan dua bagian

( X = Y1 + Y2 ), pembelahan tiga bagian ( X = Y1 + Y2 + Y3 ), pembelahan multibagian ( X = Y1+ Y2+……..+Yk )

DERIVASI KOEFISIEN ALPHA CRONBACH

Reliabilitas Alpha Cronbach dirumuskan sebagai

ρxx` ≥ α = [ k / (k-1) ] (σx – ∑σyi ) /σx

Dengan melakukan derifasi terhadap σTx maka reliabilitas dapat dihitung dikarenakan varians skor~tampak dapat diperoleh dari distribusi skor sampel.

Dari koefisien Alpha Cronbach ini kita akan menemukan koefisien reliabilitas alpha yang kita kenal yaitu:

α = [k/(k-1)](σX-∑σYi)/σX

DERIVASI KOEFISIEN RELIABILITAS HORST

Koefisien reliabilitas Horst dapat diaplikasikan pada metode konsistensi internal guna mengestimasi reliabilitas tes yang dibelah menjadi beberapa belahan yang tidak perlu sama panjang.

Koefisien horst yaitu :

ρxx` = [ 1/(1-∑λi)] (σx- ∑σyi) /σx

DERIVASI FORMULA FELDT

Dalam kasus suatu tes tidak dapat menjadi lebih dari dua bagian yang isinya homogen, bahwa kedua belahan tidak akan dapat sama panjang. Belahan yang tidak sama panjang tentu tidak dapat memenuhi asumsi –equivalent dan karenanya tidak dapat diestimosi lewat formula alpha.

Feldt ( 1975 ) mengusulkan suatu formula yang sesuai dalam situasi tersebut yaitu:

4σx1x2

ρxx` =

σx – [(σx1 – σx2) /σx]

II ~ 3

Teori Validitas

Dalam psikodiagnostika, validitas seringkali dikonsepkan sejauh mana tes mampu mengukur atribut yang seharusnya diukur. Dalam teori skor murni klasik, pengertian validitas dinyatakan sebagai sejauh mana skor ~tampak X dapat mendekati besarnya skor~murni T.

Suatu alat ukur yang tinggi validitasnya akan menghasilkan eror pengukuran yang kecil yakni skor setiap subjek yang diperoleh oleh alat ukur tersebut tidak jauh berbeda dari skor yang sesungguhnya. hal inilah yang dinamakan validitas intrinsik dalam skor~murni klasik. Dirumuskan

ρxy = √ (σt / σx )

Dari cara estimasinya yang disesuaikan dengan sifat dan fungsi setiap tes, tipe validitas digolongkan menjadi 3:

  1. Validitas Isi ( Content validity )

Adalah validitas yang diestimasi lewat pengujian terhadap isi tes dengan analisis rasional atau lewat professional judgment.Yang perlu dicari jawabannya adalah sejauh mana aitem-aitem tes mewakili komponen – komponen objek yang hendak diukur. (aspek representatif) dan sejauh mana aitem-aitem tes mencerminkan ciri perilaku yang hendak diukur.

Validitas isi dibagi menjadi dua:

a). Validitas muka

Validitas yang paling rendah signifikansinya karena hanya didasarkan pada penilaian terhadap format penampilan tes. Validitas muka tetap penting artinay guna membangun kredibilitas tes dan selanjutnya meningkatkan motivasi individu untuk menjawab tes.

b). Validitas logik

Disebut juga sebagai validitas sampling. validitas ini menunjukkan sejauh mana isi tes mewakili dari ciri-ciri atribut yang hendak diukur sebagaimana telah ditetapkan dalam domain.

  1. Validitas Konstrak

Adalah tipe validitas yang menunjukkan sejauh mana tes mengungkap suatu trait atau konstrak teoritik yang hendak diukurnya.

Konsep validitas konstrak sangat berguna pada tes yang mengukur trait yang memiliki kriteria eksternal. Prosedurnya diawali dari suatu identivikasi dan batasan mengenai variabel yang hendak diukur. Kemudian ditarik semacam konsekuensi praktis mengenai hasil tes.konsekuensi inilah yang kemudian diuji. Apabila hasilnya sesuai dengan harapan maka tes yang bersangkutan dianggap memiliki validitas konstrak yang baik.

Dukungan terhadap adanya validitas konstrak menurut Magnusson dapat dicapai melalui beberapa cara:

v Studi mengenai perbedaan diantara kelompok-kelompok yang menurut teori harus berbeda.

v Studi mengenai pengaruh perubahan yang terjadi dalam diri individu dan lingkungannya terhadap hasil tes.

v Studi mengenai korelasi diantara berbagai variabel yang menurut teori mengukur aspek yang sama.

v Studi mengenai korelasi antar aitem atau antar bagian.

Tes yang diuji akan dikatakan memiliki validitas faktorial yang memuaskan apabila menunjukkan muatan faktor yang relatif tinggi dan rendahnya muatan faktor bagi tes yang diuji pada faktor yang tidak diungkap oleh marker tests.

  1. Validitas Berdasarkan Kriteria.

Validitas tipe ini menghendaki tersedianya kriteria eksternal yang dapat dijadikan dasar pengujian skor tes. Tingginya validitas berdasarkan kriteria ( ρxy ) diestimasikan melalui komputasi koefisien korelasi antara skor tes dengan skor kriteria ( rxy ).

Prosedur validitas berdasarkan kriteria menghasilkan dua macam validitas:

a). Validitas Prediktif

Validitas prediktif diestimasi bila tes dimaksudkan untuk berfungsi sebagai prediktor bagi performansi diwaktu yang akan datang.

b). Validitas Konkuren.

Adalah korelasi antara skor tes dan skor kriteria yang validasinya dapat diperoleh dalam waktu yang sama.

KOEFISIEN VALIDITAS SKOR~MURNI

koefisien validitas skor murni dapat dirumuskan menjadi:

ρxy

ρtxty =

ρxx` ρyy`

ρtxty = koefisien validitas skor~murni

ρxy = koefisien Validitas skor~tampak

ρxx` = koefisien reliabilitas tes sebagai prediktor

ρyy` = koefisien reliabilitas kriteria.

Efek atenuasi adalah rendahnya koefisien validitas skor~tampak yang diakinatkan eror pengukuranyang terjadi pada prediktor dan kriteria validitasnya.

II ~ 4

Efek Perubahan Panjang Tes

Perubahan panjang tes adalah perubahan pada jumlah aitem tes. Perubahan panjang tes ini dapat mempengaruhi reliabilitas dan validitas tes.

EFEK TERHADAP RELIABILITAS

Secara umum, memperbanyak aitem ~yakni memperpanjang tes~ akan meningkatkan relaibilatas asalkan aitem yang ditambahkan bersifat pararel dengan aitem-aitem yang sudah ada. Begitu pula sebaliknya, pengurangan jumlah aitem akan mengurangi tingkat reliabilitas tes.

Untuk memprediksi efek perubahan panjang tes terhadap reliabilitas dapat digunakan formula Spearman-Brown Prophecy.:

ρxx` = kρyy` / ( k-1) ρyy`

ρxx` = Prediksi reliabilitas tes setelah panjangnya berubah

ρyy` = Reliabilitas tes sebelum panjangnya berubah

EFEK TERHADAP VALIDITAS

Jika suatu tes diperpanjang maka nilai validitasnya akan semakin meningkat apabila aitem yang ditambahkan bersifat paralel terhadap aitem-aitem yang telah ada. hal ini sama seperti efek terhadap reliabilitas.

Untuk memprediksi efek perubahan panjang tes terhadap validitas dapat menggunakan rumus:

ρxz = kρyz / √[ k+k(k-1)ρyy`

ρxz = Prediksi validitas tes setelah panjangnya berubah

ρyz = Validitas tes sebelum panjangnya berubah

ρyy` = Reliabilitas tes sebelum panjangnya berubah.

II~5

Efek Heterogenitas Kelompok

Heterogenitas kelompok diperlihatkan oleh besar kecilnya varians distribusi skor subjek ( σx ) pada fariabel yang diungkap oleh tes yang bersangkutan. Heterogenitas skor kelompok yang dites mempengaruhi koefisien reliabilitas dan koefisien validitas tes.

EFEK TERHADAP KOEFISIEN RELIABILITAS

Tes yang dikenakan pada kelompok sampel yang lebih heterogen akan menghasilkan varians skor yang lebih besar sehingga dapat menghasilkan koefisien reliabilitas yang lebih tinggi. Semakin heterogen suatu kelompok sampel yang dites maka semakin tinggi koefisien reliabilitasnya.

Hal ini terlihat dari persamaan berikut:

ρyy` = 1- σx ( 1-ρxx`)/σy

Dari persamaan tersebut dapat diketahui

bila σx = σy maka ρxx` = ρyy`

bila σx < σy maka ρxx` < ρyy`

bila σx > σy maka ρxx` > ρyy`

EFEK TERHADAP KOEFISIEN VALIDITAS

Pada kelompok sampel yang skor tampaknya lebih heterogen, koefisien valisitas akan lebih tinggi. Sebaliknya, jika skor tampak pada kelompok sampel lebih terbatas variasinya ( homogen ) maka koefisien validitasnya cenderung akan lebih rendah.

Untuk memprediksi koefisien validitas pada kelompok yang lebih heterogen dapat menggunakan persamaan berikut:

ρxy = 1/√[1+σx (1-ρxy)/σxρxy]

atau

ρxy = σx ρxy/ √[ σx ρxy+ σx- σxρxy]

σx = Deviasi standart skor pada kelompok heterogen

ρxy = Koefisien validitas pada kelompok homogen

σx = Deviasi standart skor pada kelompok homogen

Kelemahan teori skor murni klasik:

  1. Butir-butir yang dirangkai menjadi suatu alat ukur (tes) hanyalah sampel dari populasi butir soal yang sangat besar jumlahnya
  2. Sabjek yang dikenai tes guna menyusun tes tersebut juga Cuma sampel dari populasi subjek yang sangat besar jumlahnya.

TEORI TES MODERN

DASAR PEMIKIRAN PADA TEORI TES MODERN

Teori tes modern mendasarkan diri pada sifat-sifat atau kemampuan laten, yang mendasari kinerja atau respons subjek terhadap butir soal tertentu. Teori ini terkenal dengan sebutan teori respon butir atau item reponse theory ( IRT ) Teori ini berdasarkan pada dua postulat, yaitu:

  1. Kinerja seorang subjek pada suatu perangkat faktor-faktor yang disebut sifat-sifat laten atau kemampuan.
  2. hubungan antara kinerja subjek pada suatu butir soal dan perangkat sifat-sifat yang mendasari kinerja itu dapat dideskripsikan dengan fungsi meningkat secara monotik yang disebut fungsi karakteristik butir soal. Fungsi ini menytakan bahwa apabila taraf sifat meningkat maka probabilitas suatu respon yang benar terhadap suatu butir soal juga naik.

Perbedaan antara teori tes modern dan teori klasik adalah model-model respons butir soal itu dapat palsu. artinya suatu model respons butir soal dapar sesuai dengan satu perangkat data tes tertentu, dapat pula tidak. Jadi model itu mungkin tidak secara baik meramalkan atau menjelaskan data tersebut.Oleh karna itu dalam setiap penerapan IRT ad alah esensial untuk menguji kesesuaian modelnya dengan datanya.

Dalam teori respons butir soal dikatakan bahwa parameter butir soal dan parameter butir kemampuan disebut invarian. Sifat invarian butir soal dan kemampuan itu dicapai dengan mengkorporasikan informasi mengenai butir soal kedalam proses estimasi kemampuan dan dengan mengkorporasikan informasi mengenai kemampuan subjek kedalam proses estimasi parameter butir soal.

ASUMSI-ASUMSI PADA TEORI TES MODERN

Model matematis yang digunakan IRT menyatakan bahwa probabilitas subjek menjawab benar terhadap butir soal tertentu tergantung kepada kemampuan subjek dan karakteristik butir soal yang bersangkutan.

Asumsi yang digunakan adalah

  1. Hanya satu kemampuan yang diukur oleh butir-butir soal yang merupakan seperangkat tes. ininlah yang disebut asumsi unidimensionalitas (unidimensionality)
  2. Fungsi karakteristik butir soal tertentu merefleksikan hubungan yang sebenarnya abtara variabel-variabel yang tidak dapat diobservasi dengan variabel yang dapat diobservasi, yaitu respons terhadap butir soal.

MODEL YANG POPULER DALAM IRT

  1. Model logistik satu parameter
  2. Model logistik dua parameter dan
  3. Model logistik tiga parameter.

Komentar
  1. agustik mengatakan:

    Salam….
    Saya tertarik dg tulisan teori tes modren di atas. Mhon mita file asli dan daftar pustakanya klo ada mbak.
    wass.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s