kepribadian & pengukurannya

Posted: Mei 3, 2011 in Uncategorized

KEPRIBADIAN DAN PENGUKURANNYA

 

  1. PENGERTIAN KEPRIBADIAN

Menurut asal katanya, kepribadian atau personality berasal dari bahasa latin personare, yang berarti mengeluarkan suara. Istilah ini digunakan untuk menunjukan suara dari percakapan seorang pemain sandiwara melalui topeng yang dipakainya. Pada mulanya istilah personare adalah topeng yang dipakai pemain sandiwara, dimana suara pemain sandiwara itu diproyeksikan. Kemudian kata personare itu berarti pemain sandiwara itu sendiri.

Kepribadian (personality) berasal dari kata latin persona, persona adalah topeng yang digunakan oleh pemain pentas dalam sandiwara atau teater yunani. Kata persona (personality) berubah menjadi satu istilah yang mengacu pada gambaran social tertentu yang diterima oleh individu dari kelompok atau masyarakatnya, individu diharapkan bertingkah laku berdasarkan dengan gambaran sosial (peran) yang diterimanya. Dari sini kata persona akhirnya menunjukkan penampilan luar, wajah luar yang diperlihatkan orang, seorang kepada orang-orang di sekitarnya. (koswara, 1991:10).

Allport mendefinisikan kepribadian adalah organisasi-organisasi dinamis dari sistem-sistem psikofisik dalam individu yang turut menentukan cara-caranya yang unik atau khas dalam menyesuaikan diri dengan lingkungannya itu.

Koentjaraningrat (1980) menyebut kepribadian atau personality sebagai susunan unsure-unsur akal dan jiwa yang menentukan perbedaan tingkah laku atau tindakan dari tiap-tiap individu manusia. Herman (1969) dikutip Monks, Knoers dan Hatitono (1984:3) kepribadian masih bersifat teoristis, dapat disebut masih merupakan “Construct” yang sangat kabur definisinya.  Newcomb (1950:344-345), kepribadian merupakan organisasi dari sikap-sikap yang di miliki seseorang sebagai latar belakang terhadapap pri kelakuan.

Meskipun berbeda-beda, definisi yang dicetuskan oleh para ahli psikologi menunjukkan bahwa pengertian kepribadian menurut ilmu psikologi berbeda dan jauh lebih luas ketimbang pengertian kepribadian yang biasa kita jumpai dalam perbincangan sehari-hari. Dari berbagai perbedaan sebagaian besar definisi yang dikemukakan oleh para psikolog, memiliki persamaan yang mendasar, yaitu sebagai berikut:

  1. Definisi menekankan perlunya memahami arti perbedaan-perbedaan individual, intinya menurut para psikolog, memandang kepribadian sebagai sesuatu yang unik atau khas pada setiap diri orang
  2. Kepribadian di pandang sebagai organisasi yang menjadi penentu atau pengarah tingkah laku
  3. Corak dan keunikan kepribadian individu ditentukan atau dipengaruhi oleh factor-faktor bawaan dan lingkungan

Teori-teori kepribadian

  1. Teori kepribadian psikoanalisis

Teori ini dibangun oleh freund, di mana model kepribadian saling berhubungan dan menimbulkan ketegangan satu sama lain, tiga system kepribadian menurutnya id, ego, dan super ego. Ketiga satu sisitem merupakan satu tim yang saling bekerja sama dalam mempengaruhi perilaku manusia. Id bekerja menggunakan prinsip kesenangan, mencari kepuasan segera inpuls biologis, ego mematuhi prinsip realita, menunda pemuasan sampai bisa di capai dengan cara yang diterima masyarakat, dan super ego memiliki standar moral pada individu. Teori freund mengenai dinamika kepribadian menyatakan bahwa terdapat sejumlah energy, psikis(libido) yang kostan untuk setiap individu. Teori ini berpendapat bahwa dorongan id yang tidak bisa diterima dapat menimbulkan kecemasan, yang bisa diturunkan oleh mekanisme pertambangan. Teori freund mengenai perkembangan kepribadian menyatakan bahwa individu melewati tahap psikoseksual (seperti, oral, anal, valid). Teori psikoanalisis telah dimodifikasi oleh ahli lain seperti jung,adler, horney, Sullivan, fromm, dan Erickson yang semuanya lebih menekankan fungsi ego dan motif selain dari seks dan agresi.

  1. Teori kepribadian sifat (trait theories)

Teori-teori sifat pada dasarnya meliputi psikologi individu Gordon williard allport “psikologi konstitusi” William Sheldon, dan teori factor Raymond cattell (hall & lindzey, 1993:9). Teori-teori ini menyatakan bahwa manusia memiliki sifat-sifst tertentu, yakni pola kecanderungan betingkah laku dengan cara tertentu, sifat-sifat stabil menyebabkan manusianbertingkah laku relatif tetap dari situasi ke situasi. Allport membedakan antara sifat umum dan kecenderunag pribadi. Sifat umum adalah dimensi sifat yang dapat membandingkan individu satu sama lain. Kecenderungan pribadi di maksudkan sebagai pola unik sifat-sifat yang ada dalam diri individu. Allport membagi sejumlah perbedaan di antara berbagai jenis sifat, yaitu:

  1. Sifat-sifat kardinan, sifat ini merupakan karakteristik yang dominan dalam kehidupan seseorang bisa dikatakan sebagai sifat utama.
  2. Sifat-sifat sentral, sifat ini merupakan karakteristik yang kurang memotivasi perilaku individu.
  3. Sifat sekunder, sifat-sifat ini merupakan karakteristik periveral dalam individu.

Teori sifat berikutnya adalah teori dari William shaldon, yaitu psikologi konstitusi adalah suatu studi mengenai aspek-aspek psikologis dari perilaku manusia yang berkaitan dengan morfologi dan fisiologi tubuh. Williem mengelompokkan menjadi tiga komponen atau dimensi temperamental :

  • Viscerotonia : mengejar kenikmstsn, tenang, santai dan pandai bergaul
  • Somatotenia : suka berpetualang dan berani mengambil resiko yang tinggi serta kurang peka terhadap perasaan orang lain
  • Cerebrotonia : senang menyendiri, takut pada orang lain, memiliki kesadaran diri yang tinggi
  1. Teori kepribadian behaviorisme

Menurut Skiner kepribadian itu dibentuk melalui proses belajar. Dia (kepribadian) bukanlah agen penyebab tingkahlaku melainkan suatu hasil dari factor lingkungan dan bawaan yang khas.

  1. Teori Kognitif

Pandangan teori kognitif menyatakan bahwa organisasi kepribadian manusia adalah elemen- elemen kesadaran yang satu sama lain saling terkait dalam lapangan kesadaran (kognis)i. Menurut teori ini unsure psikis dan fisik tidak dipisahkan lagi.

Tipe-tipe kepribadian

Menurut Hippocrates dan Galenus manusia bisa di bagi menjadi empat golongan berdasarkan zat cair anda dalam tubuh

  1. Melancolis: orang yang banyak empedu hitam. Bersikap murung, pesimistis dan selalu merasa curiga
  2. Sanguinis: orang yang banyak darahnya. Orang ini selalu bersikap periang, gembira dan optimis
  3. Flegmatis: orang yang banyak lendirnya. Orang ini selalu bersikap lamban dan pemalas wajahnya selalu pucat dan pesimis
  4. Koleris: orang yang banyak empedu kuning. Orang ini bersikap garang dan agresif bertubuh besar dan kuat

Menurut eduard spranger manusia dapat dikelompokkan menjadi enam golongan

  1. Manusia politik, bersifat suka menguasai oranng lain
  2. Manusia ekonomi, bersifat suka bekerja dan suka mencari untung segala usahanya ditunjukkan kepada penguasaan materi
  3. Manusia social, memiliki sifat-sifat yang suka mengabdi dan berkorbanuntuk orang lain
  4. Manusia seni, jiwa orang ini selalu dipengaruhi oleh nilai-nilai keindahan
  5. Manusia agama, mereka lebih mementingkan hidup untuk mengabdi pada tuhan yang maha esa. Mereka sdnantiasa melaksanakan ajaran agama semaksimal mungkin
  6. Manusia teori, sifat-sifat manusia ini antara lain senang berdiskusi, membaca teori-teori ilmu pengetahuan

Teori kepribadian menurut jung adalah ekstrovet dan inttrovet.
B. PERBEDAAN TEMPERAMEN, WATAK, DAN KEPRIBADIAN

Tempramen adalah sifat-sifat yang berhubungan dengan Emosi (perasaan), misalnya pemarah, penyabar, periang, pemurung, dan lain sebagainya. Sifat-sifat emosional adalah bawaan (warisan/turunan), sehingga bersifat permanen dan tipis kemungkinan untuk dapat berubah.

Tempramen selalu menunjukkan hubungan/perpaduan yang erat antara rohaniah dengan jasmaniah. Seseorang yang memiliki temperamen tinggi adalah seseorang yang mudah emosi (naik darah/marah) diiringi dengan gerakan-gerakan tangan, kaki, mata, mulut serta raut muka marah, pucat dan sebagainya. Sedangkan orang yang penyabar dengan wajah tenang serta berbicara lambat serta irama yang mantap.
Watak (karakter, tabiat) adalah sifat-sifat yang berhubungan dengan nilai-nilai, misalnya jujur, pembohong, rajin, pemalas, pembersih, penjorok dan lain sebagainya. Sifat-sifat itu bukan bawaan lahir, tetapi diperoleh setelah lahir, yaitu hasil dari kebiasaan sejak dari kecil, atau sebagai hasil dari pengaruh pendidikan/lingkungan sejak kecil. Sifatr-sifat seperti ini terbentuk terutama pada masa-masa anak-anak sampai umur 5 tahun (balita), dan berkembang terus sampai masa sekolah dan remaja.

Berbeda halnya dengan temperamen, yang sangat sukar dipengaruhi/ diubah, maka watak besar kemungkinannya untuk diubah. Sifat jujur, pembohong, rajin, pemalas, percaya pada diri sendiri (optimis), pesimis dan sebagainya, semuanya itu adalah hasil tempaan orang tua dan pengaruh lingkungan sejak kecil.

Kepribadian adalah keseluruhan aspek yang terdapat di dalam diri seseorang, termasuk di dalam temperamen dan watak. Di samping itu, termasuk juga ke dalam kepribadian semua pola tingkah laku, kebiasaan, sikap kecakapan, serta semua hal yang selalu muncul dari seseorang. Dengan demikian, kepribadian mengandung arti yang lebih luas dari temperamen dan watak, karena temperamen dan watak adalah sebagian dari kepribadian.

C.MENGUKUR KEPRIBADIAN

Melakukan pengukuran terhadap kepribadian seseorang bertujuan untuk dapat mengetahui corak kepribadian secara pasti dan terinci. Dengan mengetahui corak atau tipe kepribadian seseorang, berarti pengenalan kita terhadap dirinya menjadi lebih sempurna, sehingga proses pendidikannya dapat disesuaikan dan lebih lancar.

Cara mengukur/menyelidiki kepribadian ada bermacam-macam, antara lain:

1.Observasi

Menilaian kepribadian dengan cara mengganti/memperhatikan langsung tingkah laku serta kegiatan yang dilakukan oleh yang bersangkutan, terutama sikapnya, caranya, bicara, kerja, dan juga hasilnya.

2. Wawancara (Interview)

Menilai kepribadian dengan mengadakan tatap muka dan berbicara dari hati ke hati dengan orang yang dinilai. Agar diperoleh hasil yang murni, sebaiknya wawancara dilakukan secara santai, karena dengan cara ini suasananya menjadi akrab, pembicaraan saling terbuka, sehingga sesuatu yang diperlihatkan dan dikatakan orang yang di interview adalah murni.

3. Inventory

Inventory adalah sejenis kuesioner (pertanyaan tertulis) yang harus dijawab oleh responden secara ringkas, biasanya mengisi kolom jawaban dengan tanda cek. Inventory yang terkenal dan banyak digunakan untuk menilai kepribadian seseorang. Alat tes yang digunakan EPPS, 16 PF

4. Tekhnik Proyektif

Cara lain mengukur/menilai kepribadian dengan menggunakan tekhnik proyektif. Si anak/orang yang dinilai akan memproyeksikan pribadinya melalui gambar atau hal-hal lain yang dilakukannya. Tes uang digunakan adalah tes Rorschach, TAT, DAM
5. Biografi dan Autobiografi

Riwayat hidup yang ditulis orang lain (biografi) dan ditulis sendiri (authobiografi) dapat juga untuk menilai kepribadian. Sejenis authobiografi yang paling sederhana dapat dibuat oleh murid-murid dengan judul tulisan pengalaman yang tak terlupakan atau cita-citaku setelah tamat sekolah dan lain sebagainya.

6. Catatan Harian

Catatan harian seseorang berisikan kegiatan-kegiatan yang dilakukan sehari-hari, dapat juga dianalisis dan dijadikan bahan penelitian kepribadian seseorang.

D. KELUARGA SEBAGAI PEMBENTUK UTAMA KEPRIBADIAN

Kepribadian tumbuh dan berkembang sepanjang manusia, terutama sejak lahir sampai masa remaja yang selalu berada di lingkungan keluarga, diasuh hari berada di rumah dan hanya beberapa jam saja berada di sekolah atau tempat lainnya di luar rumah. Karena itu, dapat dipahami cukup besar pengaruh dan peranan keluarga serta orang tua dalam membentuk pribadi seorang anak.

Pertumbuhan dan perkembangan jasmani serta rohani manusia, berlangsung dari bayi hingga remaja, terutama kanak-kanak yaitu masa yang paling baik dalam pembentukan kepribadian. Pada masa ini (usia 2-5 tahun) anak-anak sudah mulai dapat berkomunikasi secara lisan (bahasa inteligensinya mulai berkembang dan mengerti perintah dan larangan).

Selain alasan berkomunikasi, pada usia yang sangat muda ini, kemampuan anak untuk membantah/menolak perintah relatif masih kecil dan sebaliknya sangat mudah dibujuk untuk melakukan sesuatu karena kondisi jiwanya yang sedang tumbuh dan masih lemah itu. Pada masa bayi (0,0 – 1.0 tahun), pembentukan kepribadian berlangsung dengan cara pembiasaan-pembiasaan.

Pembentukan kepribadian harus dilakukan dengan kontinu dan diadakan pemeliharaan sehingga menjadi matang dan tidak mungkin berubah lagi. Misalnya anak sewaktu masih kecil tergolong rajin belajar dan membantu orang tua di rumah, tetapi setelah remaja berubah menjadi pemalas. Hal ini mungkin karena kurangnya pemeliharaan, tidak pernah diberi imbalan atau dengan kata lain motivasi belajar anak dibiarkan rusak. Seharusnya, semua sifat atau kebiasaan yang baik harus dipelihara dan dipupuk terus sampai dewasa agar tidak berubah lagi.

E. ASPEK-ASPEK KEPRIBADIAN

Perilaku manusia dianalisis ke dalam tiga aspek atau fungsi, yaitu:

  1.  Yaitu pemikiran, ingatan hayalan, daya bayang, inisiatif, kreativitas, pengamatan, dan pengindraan. Fungsi aspek kognitif adalah menunjukkan jalan, mengarahkan dan mengendalikan tingkah laku.
  2. Aspek Afektif

Yaitu bagian kejiwaan yang berhubungan dengan kehidupan alam perasaan atau emosi, sedangkan hasrat, kehendak, kemauan, keinginan, kebutuhan, dorongan, dan elemen motivasi lainnya disebut aspek konatif atau psiko-motorik (kecenderungan atau niat tindak) yang tidak dapat dipisahkan dengan aspek afektif. Kedua aspek itu sering disebut aspek finalis yang berfungsi sebagai energi atau tenaga mental yang menyebabkan manusia bertingkah laku.

Aspek Motorik

Yaitu berfungsi sebagai pelaksana tingkah laku manusia seperti perbuatan dan gerakan jasmaniah lain.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s